Adu Domba in West Java

Minggu, 21 Februari 2010

Adu Domba??

Adu ketangkasan domba merupakan tradisi yang masih di gelar masyarakat Subang, Jawa Barat. Dengan diiringi musik sepasang domba saling mengadu kekuatan tanduknya. Sundulan yang kuat dan bias membuat lawan sempoyongan menjadi ukuran kemenangan bagi sang domba.
Tak hanya daya tanduk terhadap lawan, kesehatan fisik dan gerakan domba saat menyeruduk juga menjadi penilaian bagi dewan juri. Iringan musik pun tak sekedar memeriahkan suasana tapi juga berguna untuk penyemangati pemilik domba guna mengarahkan domba aduannya. Keserasian arahan pemilik domba dan gerakan domba ikut menjadi nilai tambah bagi dewan juri.
Domba Garut yang terkenal dalam seni adu ketangkasan kini memang kembali diminati masyarakat. Alhasil harnya pun melambung tinggi. Hingga 10 juta per ekor bagi domba yang dianggap sehat dan kuat. Semakin sering dombanya menang dalam festival maka semakin tinggi harga jual sang domba. Dampak lainnya, masyarakat Subang sejak dua tahun belakangan kembali marak beternak domba Garut karena seringnya di gelar festival adu domba


Sumber : liputan6.com

Gambyong Jawa Tengah sungguh mempesona...

Rabu, 17 Februari 2010

Konon Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Tak heran, dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong.

Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.

Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul.

Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.link : http://www.budaya-indonesia.org/iaci/Tari_Gambyong

Gambelan Jegog (It's Indonesia Full)!!!

Kamis, 11 Februari 2010

Gambelan Jegog Kesenian Khas Kabupaten Jembrana, Bali
Oleh Adang Suprapto



D
i Bali Barat tepatnya di Kabupaten Jembrana 100 km arah ke Barat dari Kota Denpasar menampilkan, kesenian berupa gambelan bambu (musik dari pohon bambu) lebih dominan, salah satunya adalah Gambelan Jegog yang merupakan kesenian khas Kabupaten Jembrana.

Gambelan jegog Gambelan “Jegog” adalah gambelan (alat musik) yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi seperangkat alat musik bambu yang suaranya sangat merdu dan menawan hati.

Kisah Awalnya Kesenian Jegog

Kesenian ini diciptakan oleh seniman yang bernama Kiyang Geliduh dari Dusun Sebual Desa Dangintukadaya pada tahun 1912.

Kata “Jegog” diambil dari instrumen Kesenian Gong Kebyar yang paling besar.

Gambelan jegog Kesenian Jegog hanyalah berupa tabuh (barung tabuh) yang fungsi awalnya sebagai hiburan para pekerja bergotong royong membuat atap rumah dari daun pohon rumbia, dalam istilah bali bekerja bergotong royong membuat atap dari daun pohon rumbia disebut “nyucuk”, dalam kegiatan ini beberapa orang lagi menabuh gambelan jegog.

Dalam perkembangan selanjutnya Gambelan Jegog juga dipakai sebagai pengiring upacara keagamaan, resepsi pernikahan, jamuan kenegaraan, dan kini sudah dilengkapi dengan drama tarian-tarian yang mengambil inspirasi alam dan budaya lokal seperti yang namanya Tabuh Trungtungan, Tabuh Goak Ngolol, Tabuh Macan Putih dengan tari-tariannya seperti Tari Makepung, Tari Cangak Lemodang, Tari Bambu, sebagai seni pertunjukan wisata.

Gambelan jegog Penampilan Gambelan Jegog begitu menohok, para penabuh menari-nari di atas gambelan, suara Jegog begitu gemuruh, rancak, riuh, bergaung dan sering menggelegar menembus ruang batas yang bisa didengar dari jarak jauh apalagi dibunyikan pada waktu malam hari suaranya bisa menjangkau jarak sampai 3 (tiga) Km.

Jegog Mebarung

Kesenian Jegog ini bisa dipakai sebagai atraksi pertarungan Jegog.

Pertarungan Jegog dalam bahasa Bali disebut "Jegog Mebarung", yaitu pementasan seni Jegog dengan tabuh mebarung (bertarung).

Gambelan jegog Mebarung artinya bertarung antara dua jegog atau bisa juga bertarung antara tiga Jegog, dalam Bahasa Bali disebut Jegog Barung Dua atau Jegog Barung Tiga.

Jegog mebarung ini biasanya dipertontonkan pada acara-acara syukuran yaitu pada acara suka ria di Desa.

Untuk diketahui Bagaimana penampilan Jegog Mebarung, dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Dua perangkat gambelan jegog atau tiga perangkat gambelan jegog ditaruh pada satu areal yang cukup untuk dua atau tiga perangkat gambelan jegog.
- Masing-masing Kru Jegog ini membawa penabuh 20 orang.

Gambelan jegog Pada saat mebarung masing-masing Jegog mengawali dengan menampilkan tabuh yang namanya Tabuh Terungtungan yaitu suatu tabuh sebagai ungkapan rasa terima kasih dan hormat kepada para penonton dan penggemar seni jegog, dengan durasi waktu masing-masing 10 menit.

Tabuh Terungtungan ini adalah tabuh yang suaranya lembut dan kedengarannya sangat merdu karena melantunkan lagu-lagu dengan irama yang sangat mempesona sebagai inspirasi keindahan alam Bali.

Setelah penampilan Tabuh Terungtungan baru dilanjutkan dengan atraksi jegog mebarung yaitu masing-masing penabuh memukul gambelan jegog secara bersamaan antara Kru jegog yang satu dengan kru jegog lawan mebarung.

Penabuh memukul gambelan jegog (musik jegog) dengan sangat keras sehingga kedengarannya musik jegog tersebut sangat riuh dan sangat gaduh dan kadang-kadang para penonton sangat sulit membedakan suara lagu musik jegog yang satu dengan yang lainnya.

Karena saking kerasnya dipukul oleh penabuh, maka tidak jarang sampai gambelan jegognya pecah dan suaranya pesek (serak).

Tepuk tangan dari para penonton sangat rame begitu juga sepirit dari masing-masing Kru jegog sangat riuh saling ejek dan saling soraki.

Apalagi Gambelan Jegognya sampai pecah dipukul oleh penabuh, maka sepirit dari kru Jegog lawannya menyoraki sangat riuh dan mengejek dengan melakukan tari-tarian sambil berteriak-teriak yang bisa kadang-kadang menimbulkan emosi bagi sipenabuh Jegog.

Gambelan jegog Penentuan kalah dan menang Jegog mebarung ini adalah para penonton karena Jegog mebarung ini tidak ada tim juri khusus jadi tergantung penilaian para penonton saat itu.

Apabila suara salah satu gambelan jegog kedengarannya oleh sipenonton lebih dominan dan teratur suara lagu-lagunya, maka jegog tersebut dinyatakan sebagai pemenang mebarung.

Sedangkan hadiahnya bagi sipemenang adalah berupa suatu kebanggaan saja bagi kru Jegog tersebut.

Karena Jegog mebarung adalah pertunjukan kesenian yang tujuannya untuk menghibur para penonton dan para penggemarnya, pertunjukan jegog mebarung adalah pertunjukan hiburan.

Kesenian Jegog ini sudah melanglang buana karena sudah sering melawat ke Luar Negeri dan telah menembus 3 Benua seperti Eropa, Afrika dan Asia.

Sedangkan intensitas lawatan ke Jepang yang paling menonjol sejak tahun 1971 di kota Saporo, Pulau Hokaido oleh Nyoman Jayus hingga tahun 2003 di Kota Okayama.

Demikian adanya Kesenian Jegog di Kabupaten Jembrana yang terus berkembang dan tidak pernah surut oleh perkembangan jaman dan apabila ingin menikmati keindahan kesenian musik Jegog bisa ditampilkan setiap saat di Kabupaten Jembrana. sumber(link):http://www.parissweethome.com/bali/cultural_my.php?id=4

Dukung Komodo!!!!!!!!!!!!

Minggu, 07 Februari 2010

Dukung KOMODO!!!


Di tahun 2010 ini banyak sekali hal-hal menarik terutama pemilihan 7 keajaiban dunia alam(nature).Kita wajib berbangga hati karena Indonesia masuk dalam finalisnya. Dan finalis yang mewakili Indonesia adalah Komodo. Karena tidak semua negara mempunyai kekayaan alam yang pantas untuk di jadikan finalis 7 keajaban alam. Oleh sebab itu wajib mendukungnya sebagai warga Indonesia. Apalagi kemarin Komodo sempat enempati ranking 6 dari 28 finalist. Dan sekarang turun hingga mencapai ranking 23. Hampir ranking terakhir, sebagai penulis saya sudah mendukungnya lo. Setidaknya negara kita Indonesia ini bisa di kenal oleh negara lain, sebagai negara yang mempunyai keajaiban alam dan non alam(Candi Borobudur). Apalagi dengan jumlah penduduk Indonesia yang banyak tidak menutup kemungkinan untuk kemenangan Komodo. Itu jika memang ada perhatian khusus dari masyarakat Indonesia sendiri. Cukup dengan satu Vote saja!!!Dan caranya sangat mudah cukup buka saja www.new7wonder.com lalu klik vote now for the new 7 wonders of nature yang ada di gambar kemudian pilih 7 keajaiban kamu dan yang wajib adalah KOMODO dan 6 lain terserah pilihan kalian. Dan selanjutnya klik continue to step 2(di bagian paling bawah halaman) kemudian isi blank Register, jangan lupa centang kolom (Information
Yes! I wish to receive information updates from Vote7. )
(Terms & Condition
I agree to the Terms and Conditions of Vote7.) klik submit your vote. Kemudian buka email anda dan buka inbox anda klik link yang ditunjukkan oleh alamat email itu. Dan selesai, bararti anda telah memilih KOMODO sebagai 7 keajaiban dunia alam. Butuh informasi yang lebih jelas/kurang jelas hubungi facebook saya dengan mengirim pesan ya,
Facebook : Dewi 'rOsya' Aprilia/rosa.famous@gmail.c
om